RSS

Arsip Kategori: Cerita kecil

Ceracau Daisi


Tentang daisi
Yang hidup dalam semak
Mungkin itu
Andai mentari tetap berselimut awan
Dan daisi hidup dalam rimba
Ia hanya akan jumpai bayang-bayang
Tentu..
tentulah tak kan merekah
Sayang.. udara begitu sejuk terasa
Langit pun begitu cerah merona
Tutupi daisi dengan kelopak matahari atau dengan belukar ini,
mungkin begitu inginnya
Biar matahari yang mengikuti sinarnya
Dan daisiku hanya berharap
Tuhan yang kan bertitah pada mentari
Dasar daisi dalam rimba, dasar daisi dalam belukar
Daisi, lagi-lagi daisi
Belukar yang menutupi
Tak sebesar matahari
Tak pernah disadari
Sebab rumput tak lebih dari
Andai..
Andai mata mampu memahami

Daisy-5-of-5

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 1, 2014 in Cerita kecil

 

Untaian dari gurunda


Sebab mentari kita bersinar sama

Maka kita tidak berbeda

Karena darah kita sama merah

Maka nurani kita tidak berkata beda

Karena kita datang dari Tuhan yang sama

Maka kemanusiaan kita tidaklah beda

Yakinlah kita di bawah rembulan yang sama

Mentari kita bersinar sama

Maka kita tidak berbeda

Karena darah kita sama merah

Maka nurani kita tidak berkata beda..

 

Catatan:semesta.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

Puisi ini dibuat oleh seorang guru yang sangat kagumi di SMA saya, Ibu Widya Grantina. Terus terang, darah saya berdesir ketika beliau mendeklamasikan puisi ini di acara Teacher award di sekolah kami. Sejak itu, puisi ini menjadi salah satu bahan renungan saya dalam beberapa waktu.

Beberapa bagian dari puisi ini ada yang tertinggal. Mudah-mudahan suatu hari nanti ibu membaca posting-an saya ini.. dan berkenan untuk mempublikasikan versi lengkapnya… terutama bagian yang memuat “Ketika air mataku telah bersatu dalam samudera, kau…” sebab ujung dari bait ini yang membuat saya merinding kala itu.

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2014 in Cerita kecil

 

Cerita Koas-OS-Part 2


Masih di OS, alias Oral Surgery alias Bedah Mulut alias BM..
Kali ini, saya akan lanjutkan petualangan di dunia BM pasca cerita pre-test, aplikasi klinik, dan ‘penunggu’ BM (Baca: Cerita Koas-OS-Part 1). Di BM, usai berjumpa dengan pre-test dan aplikasi klinik, kita akan ‘bermain suntik-suntikan’. Yups, permainan ini hanya boleh dilakukan oleh koas dan sesama koas di bawah pengawasan dokter. Untuk ke pasien… jangan coba-coba.
Jadi, saat itu, tibalah hari saat para anak Koas Gigi ‘main suntik-suntikan’. Believe it or not, walaupun sudah mau jadi dokter, ternyata Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2014 in Cerita kecil, Perkuliahan

 

Bangunkan ya Rabb


Sebenarnya saya sedang di zaman apa sih, ya Rabb?
Kok ada orang yang tega bantai saudaranya sesama muslim?
Kok ada manusia yang bantai manusia lain, bahkan mereka nampak begitu senang?
Kok ada manusia kuat yang ‘menghisap’ manusia yang lemah, bahkan selemah wanita, ibu, dan bayinya?
Bukankah yang kuat seharusnya melindungi yang lemah, ya Rabb?
Yang melenceng dianggap wajar, yang lurus dianggap menyimpang
Ini zaman apa sebenarnya ya Rabb?
Hah.. kuharap ini hanya mimpi ya Rabb..
Kuharap Engkau cepat bangunkan Aku ya Rabb..
Atau kuakan menjadi bagian dari saksi akan gusar-Nya Engkau
Dengan tingkah pola laku makhluk-makhluk yang Engkau ciptakan ini ya Rabb..
Kupikir… mungkin sebentar lagi diriku akan menyaksikan bagian antiklimaks dari mimpi-mimpi ini
Sebagaimana yang Engkau sampaikan kepada kami…
Yang di darat, yang di laut, yang di udara, semesta sudah menunjukkan kode-kodenya…
Tapi, kami, tuli, bisu, dan buta
Hingga Engkau, sebagai sutradaranya, akhirnya akan mengatakan ‘cut’
dan serta merta drama panjang ini pun akan berakhir

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2014 in Cerita kecil, Islam

 

Cerita Koas-OS-Part 1


Kali ini, kita cerita tentang koas di bagian bedah mulut (BM/OS/oral surgery). Kata sebagian besar koas, departemen bedah mulut adalah departemen syurga. Ah, masak iya? Namanya saja sudah mengerikan begitu, masak iya bisa jadi syurga?

Saya masuk departemen ini dari tanggal 2 Desember dan seharusnya keluar pada tanggal 15 Februari lalu, namun siklus kami diberi perpanjangan 2 minggu karena departemen berikutnya belum menerima kedatangan siklus baru, lantaran situasi koas di sana padat merayap.

Nah, jadilah mulai tanggal 2 Desember, kami, satu siklus, masuk ke departemen ini. Sebelum masuk, senior-senior koas memberi wejangan -mudah-mudahan ga sesat- untuk siap-siap ‘alat pembunuh’ Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 23, 2014 in Cerita kecil, Perkuliahan

 

Pesan dan Gumaman


IMG_0358Aggghhh.. mahasiswa. Apalah kerjanya?

Apa? Apa yang kamu katakan? Kata si kawan, “Banyak sangatlah kerja kita, Kau tak lihat ini..Ini…

Hanya tumpukan kertas..gumamku

“Ini jurnal, yang ini laporan, yang ini makalah, yang ini….”

Hah, tak usah diteruskan, Aku tahu..

“Banyak sangatlah kerja kita..”

“Setelah tamat, apa rencanamu?” tanyaku Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 2, 2013 in Cerita kecil, Perkuliahan

 

Catatan KOAS Periodonsia


10-tip-reading-books-knowlegde-seo-dota-readTadaaaa… Selamat memasuki dunia koas, nak. Finally, you come to here, to the jungle! Ah.. masak sih, pikir saya waktu itu. Okelah, mari kita coba. Ya, hari itu, Senin, 3 Juni 2013, saya resmi jadi anak koas, koas gigi, catat itu. Dan Departemen yang pertama kali saya masuki adalah Departemen Periodonsia. Ohh.. departemen doorsmear itu ya? Apa katamu? Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 14, 2013 in Cerita kecil, Hobi, Islam, Perkuliahan