RSS

Arsip Bulanan: Mei 2010

Kepala mereka seperti punuk unta yang miring


Dikutip dari: Halal dan Haram, oleh DR. Yusuf Qaradhawi, pimpinan fakultas syariah Universitas Qatar

Islam mengharamkan perempuan memakai pakaian yang membentuk dan tipis sehingga terlihat kulitnya. Termasuk di antaranya ialah pakaian yang menonjolkan bagian-bagian tubuh tertentu. Khususnya tempat-tempat yang menggoda naluri laki-laki, seperti: payudara, paha, pantat, pusar, dan sebagainya. Dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda,

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya:

  1. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai untuk memukul orang lain (penguasa yang kejam)
  2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan menggoda orang lain kepada perbuatan maksiat. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka ini tidak akan dapat masuk surga dan tidak pula bisa mencium baunya surga, padahal semerbak wanginya dapat tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.” (Riwayat Muslim)

Mereka dikatakan berpakaian karena memang mereka melilitkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pada hakikatnya, pakaiannya itu tidak berfungsi lagi untuk menutup auratnya karena itu mereka dikatakan telanjang karena pakaiannya terlalu tipis dan ketat sehingga dapat memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya seperti kebanyakan pakaian perempuan zaman sekarang. Rasulullah menggambarkan kepala perempuan tersebut seperti punuk unta karena mereka memasang sanggul di atas kepalanya.

Seolah-olah Rasulullah telah melihat apa yang terjadi pada zaman sekarang ini yang kini diwujudkan dalam bentuk penataan rambut dengan berbagai macam mode di berbagai macam salon. Di mana banyak sekali  laki-laki yang bekerja pada pekerjaan tersebut dengan upah yang tinggi. Tidak cukup sampai di situ saja, banyak pula perempuan yang merasa kurang puas dengan rambut asli pemberian Allah. Untuk itu mereka menggunakan rambut palsu yang disambung dengan rambutnya yang asli, supaya nampak lebih menyenangkan dan cantik. Dengan demikian dia akan menjadi perempuan yang dipenuhi rasa simpatik dan terlihat menarik.

Satu hal yang sangat mengherankan, hadis ini mengaitkan antara penjajahan politik dan kejatuhan moral. Ternyata inilah yang kini sedang terjadi. Para penjajah politik itu dalam usahanya untuk menguasai rakyat, biasanya menggunakan sesuatu yang dapat membangkitkan syahwat, menjadikan mereka asyik dengan berbagai kesenangan pribadinya, sehingga dapat mengalihkan perhatian mereka dari persoalan-persoalan sosial yang terjadi.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 22, 2010 in Islam, Wanita

 

Jangan olok agamaku


Saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini setelah membaca sebuah buku yang sangat menarik dan bagus isinya menurut saya yang berjudul “Halal dan Haram” karya DR. Yusuf Qaradhawi. Pada halaman ke-85 dari buku itu disebutkan surat An-Nisa’: 140 yang artinya adalah:

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka” (An-Nisa’:140)

Pada halaman itu juga diceritakan bahwa khalifah Umar bin Abdul Azis pernah mendera orang-orang yang  minum arak dan yang ikut menyaksikannya, sekalipun orang yang menyaksikannya itu tidak ikut  minum bersama mereka. Diriwayatkan pula bahwa pernah ada suatu kaum yang diadukan kepadanya karena minum arak, kemudian beliau memerintahkan agar semuanya dicambuk. Kemudian ada orang yang berkata, ‘Di antara mereka itu ada orang yang sedang berpuasa’. Maka jawab Umar, ‘Dera dulu dia!’ Apakah kamu tidak mendengarkan firman Allah (baca: surat An-Nisa’: 140).

Setelah membaca riwayat di atas, saya berpikir dan menyimpulkan bahwa orang-orang mengaku dirinya mukmin, namun tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa  yang dilarang oleh Allah SWT berarti mereka telah mengolok-olok ayat-ayat Allah dan mengolok-olok ayat-ayat Allah berarti telah mengolok-olok Allah sendiri, kalau begitu di mana letak kemukminan mereka ini. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui, tetapi saya hanya prihatin karena saya baru menyadari bahwa di dunia ini sudah sangat banyak mukmin yang megolok-olok Rabb mereka sendiri. Misalnya, kita ambil contoh dari para wanita yang mengaku mukmin yang belum mau menutup auratnya dan belum mau menggunakan hijab, apakah mereka tidak sadar bahwa mereka telah mengolok-olok ayat-ayat Allah. Mereka mengaku mukmin, tetapi tidak mau menjalankan ketetapan dan aturan yang harus dijalankan sebagai seorang mukmin. Jadi, mukmin yang mereka maksud ini mukmin yang mana? Kalau ini mah namanya mukmin-mukminan dan aturan yang mereka gunakan berarti juga aturan ecek-ecekan, mereka buat aturan sendiri, kalau gitu buat agama sendiri aja sekalian. Kita Islam punya aturan yang tegas dan mengikat, tentu para pembaca sekalian tahu bagaimana rasanya jika agama yang kita anut diolok-olok, rasanya sakiiiit sekali. Allah itu sangat menyayangi umatnya. Perintah Allah kepada para wanita untuk menutup auratnya merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya. Dengan menutup aurat, wanita akan terhidar dari hal-hal yang dapat membahayakan dirinya, seperti:

  1. Terpapar dari sinar ultraviolet, wanita sebenarnya tak perlu lagi membeli alat-alat kosmetik untuk anti UV, cukup dengan menutup aurat mereka insyaallah mereka akan terhidar dari UV dan efek yang ditimbulkannya, seperti kanker kulit, dan sebagainya.
  2. Tindak kejahatan, seperti pemerkosaan, biasanya ini terjadi karena pakaian wanita yang “kurang bahan”, terbuka di sana-sini yang mana hal ini akan menarik perhatian para kaum lelaki dan membangkitkan nafsu birahinya (na’udzubillahiminzaliq.
  3. Dan lain-lain

Sebenarnya masih ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para wanita, tidak hanya sekedar menutup aurat saja. Sebelumnya saya minta maaf karena yang saya kaitkan dengan surat An-Nisa ini hanya dari sisi wanitanya saja, maklum oleh karena saya wanita,  jadi masalah yang pertama kali muncul di benak saya adalah masalah wanita, mungkin lain kali jika ada kesempatan, insyaAllah saya akan membahas masalah  yang berkaitan dengan mengolok-olok ayat-ayat Allah ini pada bidang yang lebih luas lagi.

Pesan saya,  wahai mukminin dan mukminat, sekali lagi saya tekankan bahwa saya tidak bermaksud untuk menggurui, tetapi saya hanya mengingatkan, sebagaimana perintah Allah kepada kita untuk saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan dan taqwa (Q.S Al-Ashr:  3), oleh karena itu di sini saya hanya ingin mengingatkan bahwa sudah sepatutnya kita untuk patuh dalam menjalankan perintah dan manjauhi larangan  Allah SWT dan Rasul-Nya jika kita mengaku mukmin. Mudah-mudahan kita semua termasuk ke dalam orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. A..min.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 10, 2010 in Islam

 

Kendo (bag.2)


Ok, berhubung tadi sore saya latihan kendo, jadi kali ini kita akan membahas masalah kendo kembali. Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang kendo, ada baiknya bila kita tahu apa itu kendo. Kendo merupakan ilmu bela diri yang berasal dari negeri sakura, negeri matahari terbit, negeri samurai, alias Jepang. Gerakan dan teknik yang digunakan di dalam ilmu Kendo diadopsi dari gerakan dan teknik yang sering digunakan oleh samurai. Perlu saya ingatkan di sini, orang-orang seringkali salah pengertian tentang samurai. Samurai itu bukan nama pedang, tetapi nama orang yang menggunakan pedangnya. Sedangkan pedangnya sendiri disebut katana (mirip nama ‘sesuatu’ ya).  Namun,oleh  karena penggunaan katana ini sangat berbahaya, maka katana ini diganti dengan sinai (baca di Kendo (bag. 1)). Gerakan dasar kendo ada 4 jenis, yakni:

  1. Men, merupakan gerakan sinai yang target serangannya adalah bagian kepala lawan
  2. Kote, merupakan gerakan sinai yang target serangannya adalah tangan lawan
  3. Do, merupakan gerakan sinai yang target serangnnya adalah pinggang lawan
  4. Suki, merupakan gerakan sinai yang target serangannya adalah bagian batang leher. Gerakan ini hanya dapat dilakukan oleh pemain kendo yang sudah handal dan terlatih.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah:

  1. Setiap gerakan dimulai dengan kuda-kuda, yakni posisi badan tegap (tidak membungkuk) dengan kaki kanan ke depan dan kaki kiri di belakangnya (dengan lebar yang wajar)
  2. Angkat sinai ke atas (posisi sinai berada di atas kepala), kemudian kaki kiri maju ke depan (sejajar dengan kaki kanan). Nah, pada saat kaki kiri ini bergerak, sinai dipukulkan ke arah target serangan (men, kote, do, suki)
  3. Gerakan kaki harus cepat dan seperti diseret
  4. Khusus untuk gerakan do, pada saat menyeret kaki kiri dan mengangkat sinai, posisi tangan kiri bertemu dengan tangan kanan
  5. Gerakan sinai yang baik akan membentuk gambaran seperti elips di udara

Tambahan aja, saya baru tahu bahwa harga sebatang sinai yang  biasa saya pakai (di tempat saya latihan, sinai sudah disediakan) harganya mencapai 500.000 rupiah  dan bajunya satu set (hakama dan kendogi aja) harganya kira-kira 350.000 rupiah. Waw.. mahal ya.. kami tadi disarankan untuk memilikinya, bila ada yang berminat untuk membelikan saya, saya akan sangat senang menerimanya (silahkan isi komentar di bawah ini *loh?* hha :D).

Ket: gambar hakama (celana) dan kendogi (baju)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 5, 2010 in Hobi, Jepang

 

Tag:

Kapan lagi, ya?


Perasaan saya belum tenang hingga saya menuliskan tulisan ini. Terkadang, hati saya merasakan ada yang terlewatkan begitu saja di dalam hidup saya. Apa itu? Jawabannya adalah masa kanak-kanak. Saya sangat merindukan masa itu. Masih jelas di ingatan saya, saat itu saya hanyalah seorang anak yang kurus, kecil, dengan rambut yang selalu dikepang dua, seperti ekor kuda.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat berarti dalam hidup saya. Saya menyesal karena baru menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak bisa saya lakukan lagi hingga tanpa disadari sekarang saya sudah tidak anak-anak lagi. Dulu, setiap pagi, kami sekeluarga (ayah, ibu, adik, dan saya) naik vespa bersama. Ayah akan mengantarkan saya dan adik saya terlebih dahulu ke sekolah dengan vespanya yang amat bersejarah itu dan ibu biasanya diantarkan belakangan. Saat turun dari motor, saya dan adik saya mencium tangan ayah dan ibu saya. Biasanya ayah mengamati wajah kami berdua sebelum kami membailkkan badan dan menuju kelas. Bila ada sesuatu di wajah kami, ayah akan mengeluarkan sapu tangannya dan mengusapkannya ke wajah kami.

Sekarang, Saya sudah sulit untuk mencium dan memeluk kedua orang tua saya, sulit untuk bermanja-manja, atau menggenggam erat tangan mereka disaat saya cemas dan ketakutan. Dulu, saya punya banyak waktu untuk membantu ibu saya menyetrika pakaian, menemani ibu belanja, membantu ayah saya untuk mencuci motor vespanya yang mengagumkan buat saya, meluangkan malam minggu kami untuk duduk di depan teras rumah kecil kami untuk saling bercerita sambil mengamati indahnya bintang-bintang di langit dan menjelang mata saya terlelap, ayah saya suka menceritakan kisah nabi-nabi yang tak pernah terdengar bosan di telinga saya. Atau beberapa saat sebelum tidur, saya memijit ibu saya mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Terkadang, ibu hanya meminta saya untuk mengoleskan minyak gosok ke badannya kepada saya. Dan bila hari Sabtu tiba, sore-sore, saya biasanya duduk di depan TV, menonton acara anak-anak kesukaan saya yang saat ini sudah menjadi barang yang amat langka. Semua itu sangat berkesan di hati dan pikiran saya dan saya ingin melakukan semua itu lagi.

Sekarang, semua itu sudah sangat sulit untuk saya lakukan karena jarak dan waktu yang memisahkan kami. Yang menjadi pertanyaan di pikiran saya saat ini adalah kapan lagi saya bisa melakukan hal-hal seperti yang sudah saya lakukan saat saya masih kanak-kanak dulu? Saya sudah tinggal jauh dari orang tua saya karena harus kuliah di luar kota, pulang hanya dua kali dalam setahun. Bila nanti saya sudah tamat kuliah, saya pun nanti harus bekerja dan tentunya tak ada lagi waktu untuk bisa seperti dulu, jadi kapan saya bisa melakukannya lagi?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 2, 2010 in Cerita kecil