RSS

Catatan KOAS Periodonsia

14 Okt

10-tip-reading-books-knowlegde-seo-dota-readTadaaaa… Selamat memasuki dunia koas, nak. Finally, you come to here, to the jungle! Ah.. masak sih, pikir saya waktu itu. Okelah, mari kita coba. Ya, hari itu, Senin, 3 Juni 2013, saya resmi jadi anak koas, koas gigi, catat itu. Dan Departemen yang pertama kali saya masuki adalah Departemen Periodonsia. Ohh.. departemen doorsmear itu ya? Apa katamu? Tidak.. tidak… hmm bisa jadi.. bisa jadi.. *apasih? -.-“*

Departemen Periodonsia adalah salah satu dari delapan departemen yang harus dijalani oleh koas kedokteran gigi, di samping tujuh departemen lainnya, yakni Departemen Ortodonsia (kawat gigi), Ilmu Konservasi Gigi (penambalan dan rawat syaraf), Bedah Mulut (pencabutan dan pembedahan), Dental Public Health (kesehatan gigi masyarakat), Pedodonsia (kedokteran gigi anak), Oral Medicine (penyakit mulut), dan Prostodonsia (pembuatan gigi palsu dan teman-temannya).

anatomi20gigi2pulpa1 Masyarakat awam mengenal departemen periodonsia ini hanya sekadar sebagai tempat membersihkan karang gigi mereka. Makanya, terkadang saya suka kesal dalam hati, memangnya di sini tempat doorsmear gigi apa? Kami bukan tukang doorsmear! Padahal sebenarnya tidak hanya itu. Departemen Periodonsia adalah departemen yang menangani perawatan jaringan pendukung gigi. Apa itu jaringan pendukung gigi? Jaringan pendukung gigi disebut juga jaringan periodontal, terdiri atas; gingiva (gusi), ligamen periodontal (semacam ‘bantalan’ gigi), tulang alveolar (tulang tempat gigi tertanam), dan sementum (bagian terluar dari akar gigi).

Terus kerjanya ngapain? Di lingkungan koas, kami mengenal istilah Minimal Requirement, yang lebih populer dengan istilah Minreq. Nah, minreq ini harus terpenuhi kalau kamu yang koas tak mau mengulang tahun depan. Minreq di Departemen Periodonsia ini di antaranya adalah merawat pasien gingivitis dan periodontitis… agggghhh apa itu? Gingivitis adalah peradangan pada gusi, sedangkan periodontitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan periodontal, yang cakupannya lebih luas daripada gingivitis, kalau gingivitis hanya mengenai gusi, maka periodontitis mengenai lebih dari itu, tentunya dengan ciri-ciri yang berbeda pada masing-masing penyakit. Yah.. info lengkapnya silahkan cari di referensi-referensi lain yang akurat dan terpercaya.

Sebelumnya, saya cuma mau ngasih tahu aja. Koas dokter gigi itu biasanya harus mencari pasien karena seringkali pasien yang mau berobat gigi hanya ketika gigi mereka sakit, selebihnya… see you later lah ya.. Terlebih untuk perawatan yang membutuhkan kunjungan berkali-kali, seperti gingivitis dan periodontitis yang bisa membutuhkan lima hingga delapan kali kunjungan atau bahkan lebih. Kalau kita pikir, hanya pasien-pasien dengan motivasi yang kuat saja yang sanggup melakukan kunjungan sebanyak ini ke dokter gigi. Oleh karena itu perlu ‘jurus-jurus’ yang ampuh untuk menghadapi pasien dengan kedua kasus ini.

Happy Tooth Clips

Jadi ceritanya, di pagi hari yang cerah, di awal masa koas, kami menerima wejangan-wejangan, titah-titah, woro-woro, yang hmm, patut dicatat, dilaksanakan, didengarkan, dihayati, dan dilaksanakan sepenuh hati. Ada banyak hal menarik ketika koas di kedokteran gigi, banyak suka, banyak juga dukanya, yah tergantung pada beberapa hal. Kata dosen saya, ada enam faktor yang mempengaruhi kehidupan koas, persis seperti yang pernah saya posting kan di blog ini tentang #cerita skripsi. Ternyata faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran skripsi hampir mirip dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran koas, yakni: 1. Dirimu sendiri, 2. Orang tua (terkait dana, dukungan, doa restu), 3. Pasien, 4. Partner (rekan koas sejawat), 5.Dokter, 6. Allah (absolutely).

Sebenarnya, kata dosen saya, kami yang memasuki departemen periodonsia di awal koas itu, sesuatu banget. Why? Karena di departemen ini kasus yang harus dikerjakan lumayan.. hmm buat “happy” ya… happy banget *tertawamiris ^_T*. Jadi, mulailah kami dikisahkan tentang sejarah-sejarah, pengalaman-pengalaman, serta hal-hal yang aneh dan unik yang pernah dan mungkin akan kami jumpai nanti di klinik. Mulai dari pasien yang kabur, pasien yang jadi buronan, pasien PHP, pasien yang suka menggoda, pasien ikhlas, dan jenis-jenis pasien lainnya yang membuat perasaan kami menjadi campur aduk, ada gelisah, bingung, hingga geli-geli sendiri. Yaah.. cukuplah kami simpan semua itu dalam hati dan pikiran kami, tapi yang jelas.. kami selaku anak koas berharap, agar seluruh masyarakat mengerti dengan perasaan kami *eehh*, maksudnya, datanglah ke dokter gigi minimal enam bulan sekali atas kesadaran sendiri. Jangan ketika gigi telah sakit, merana, tidur tak nyenyak, makan pun tak enak, baru datang ke dokter gigi, niscaya, gigi akan sulit untuk diselamatkan, dan gigi nya tinggal innalillah.. ok, goodbye, sayounara.

Selanjutnya, hari-hari kami di klinik ini Alhamdulillah berjalan lancar. Inilah rutinitas baru kami sebagai anak koas. Datang pagi-pagi membersihkan dental unit, sterilisasi alat,dan hal-hal lain yang perlu dipersiapkan. Agak menjadi dilema juga ketika bulan Ramadhan datang, jumlah pasien yang berobat menjadi berkurang, namun kami dan para dokter memakluminya, walaupun akhirnya satu siklus kami tidak ada yang memenuhi minreq.. haha.. tak apa.. inilah takdir yang terbaik yang diberikan oleh-Nya. Tapi kami bahagia.. insyaAllah *^_T*

ganbatteVBanyak hikmah yang bisa kami peroleh dari klinik ini: Belajar cara anamnesa yang baik, memberikan motivasi, edukasi dan instruksi kepada pasien. Belajar cara berkomunikasi dengan pasien. Belajar berkomunikasi dengan dokter.

Lalu, apa lagi hikmahnya? Semakin meyakini kebesaran Allah. “Apakah kalian mengira kami menciptakan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ini sia-sia?” Maka boehlah kita menjawab.. tidak ya Allah, tidak sama sekali, semua yang Kau ciptakan pasti ada maksud, hikmah, pelajaran di balik itu semua. Bayangkan saudara-saudara, gigi yang kecil, mungil, dan imut itu, ternyata tak sesederhana yang kita pikirkan. Karang gigi yang mungkin disepelekan oleh sebagian besar masyarakat, bisa berakibat fatal bila tak ditangani dengan cermat. Boleh jadi, Anda yang gusinya bengkak-bengkak, gusi sering berdarah, gigi tanggal sendiri, bau mulut tak sedap, atau Anda yang batuknya tak kunjung sembuh, pileknya tak kunjung sembuh, sakit jantung yang makin parah, adalah disebabkan karang gigi yang sudah lama bermesraan di gigi Anda. Agghh, terkadang saya berpikir.. mengapa ada orang yang bisa tahan dengan kondisi karang gigi yang mungkin antara yang mana karang yang mana gigi sudah hampir tak bisa dibedakan lagi, alias sudah menutupi seluruh permukaan giginya? Benar-benar tak habis pikir.. Namun inilah tugas seorang dokter gigi, terus memotivasi, mengedukasi, dan menginstruksikan dengan benar kepada pasien tentang apa yang seharusnya mereka lakukan.

Oh ya.. kami membuat dokumentasi, salah satunya berupa foto kondisi rongga mulut pasien, sebelum dan sesudah mereka kami rawat. Rasanya sangat bahagia kita melihat foto itu, pasien yang sebelumnya dengan karang gigi segunung, sekarang giginya sudah kami buat kinclong… agghh.. Alhamdulillah. Ini kenikmatan tersendiri bagi kami, yang mungkin hanya dimengerti oleh koas gigi dan para dokter gigi. Fabiayyi aalaa irobbikuma tukadzdzibaan ^_^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 14, 2013 in Cerita kecil, Hobi, Islam, Perkuliahan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: