RSS

Arsip Bulanan: April 2014

Untaian dari gurunda


Sebab mentari kita bersinar sama

Maka kita tidak berbeda

Karena darah kita sama merah

Maka nurani kita tidak berkata beda

Karena kita datang dari Tuhan yang sama

Maka kemanusiaan kita tidaklah beda

Yakinlah kita di bawah rembulan yang sama

Mentari kita bersinar sama

Maka kita tidak berbeda

Karena darah kita sama merah

Maka nurani kita tidak berkata beda..

 

Catatan:semesta.jpg_480_480_0_64000_0_1_0

Puisi ini dibuat oleh seorang guru yang sangat kagumi di SMA saya, Ibu Widya Grantina. Terus terang, darah saya berdesir ketika beliau mendeklamasikan puisi ini di acara Teacher award di sekolah kami. Sejak itu, puisi ini menjadi salah satu bahan renungan saya dalam beberapa waktu.

Beberapa bagian dari puisi ini ada yang tertinggal. Mudah-mudahan suatu hari nanti ibu membaca posting-an saya ini.. dan berkenan untuk mempublikasikan versi lengkapnya… terutama bagian yang memuat “Ketika air mataku telah bersatu dalam samudera, kau…” sebab ujung dari bait ini yang membuat saya merinding kala itu.

 

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2014 in Cerita kecil

 

Cerita Koas-OS-Part 2


Masih di OS, alias Oral Surgery alias Bedah Mulut alias BM..
Kali ini, saya akan lanjutkan petualangan di dunia BM pasca cerita pre-test, aplikasi klinik, dan ‘penunggu’ BM (Baca: Cerita Koas-OS-Part 1). Di BM, usai berjumpa dengan pre-test dan aplikasi klinik, kita akan ‘bermain suntik-suntikan’. Yups, permainan ini hanya boleh dilakukan oleh koas dan sesama koas di bawah pengawasan dokter. Untuk ke pasien… jangan coba-coba.
Jadi, saat itu, tibalah hari saat para anak Koas Gigi ‘main suntik-suntikan’. Believe it or not, walaupun sudah mau jadi dokter, ternyata Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2014 in Cerita kecil, Perkuliahan