RSS

Di Titik Lemah Ujian Datang (2)

13 Okt

Iman dan Pengendalian
1_pink_20snow_20flowerAqidah kita mengajarkan, tak satupun terjadi di langit dan di bumi tanpa kehendak Allah. Allah berkuasa menahan keinginan datangnya tamu-tamu yang akan menghalangi kewajiban da’wah. Apa mereka pikir orang-orang itu bergerak sendiri dan Allah lemah untuk mencegah mereka dan mengalihkan mereka ke waktu lain yang tidak menghalangi aktivitas utama dalam da’wah? Tanyakan kepada pakarnya, aqidah macam apa yang dianut seseorang yang tidak meyakini Allah menguasai segalanya? Mengapa mereka yang melalaikan tugas da’wahnya tidak berpikir perasaan sang isteri yang keberatan ditinggalkan beberapa saat, juga sebenarnya batu ujian yang dikirim Allah, apakah ia akan mengutamakan tugas da’wahnya atau keluarganya yang sudah punya alokasi waktu? Yang ia beri mereka makanan dari kekayaan Allah?
Karena itu, mari melihat di mana titik lemah kita. Yang lemah berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqo’, syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali. Sesudah itu, tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan.
Bahkan, orang-orang shalih di masa dahulu mengatakan, “Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan mejelis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita degan pedang”. Sayang, hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati, dan diperjuangkan. Berda’wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikamt, saling menopang dan memecahkan problematika da’wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang Allah berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.
Ayat ini (Q.S. Al A’raf: 163), mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah di bidang keuangan, jangan berni-berani memegang amanah keuangan. Kalau kamu lemah di uang, hati-hati dengan uang. Yang lemah dengan gengsi, hobi popularitas, riya’ mungkin -di masa ujian- akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa, mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum “tabayun.” Yang lemah dalam kejujuran, mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya ‘selamat’ dengan berdusta lagi. Dan itu artinya pembesaran bencana.
-K.H. Rahmat Abdullah-

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 13, 2013 in Islam

 

One response to “Di Titik Lemah Ujian Datang (2)

  1. Aby Awwabin (@27aboy)

    Oktober 22, 2013 at 3:41 pm

    Evaluasi banget buat saya🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: