RSS

#Ceritaskripsi

30 Jul

ganbatteSenin, 2 Juli 2012

ALLAHU AKBAR!!! Ingin rasanya ane berteriak dengan mengucapkan kata itu usai mengikuti serangkaian pertempuran yang mereka sebut UJIAN . Ini bukan hanya sekadar karena ia dinamakan UJIAN, tetapi lawan yang dihadapi kali ini cukup berat. Hmm, sang lawan di medan tempur kali ini dijuluki BIOSTATIKA… hahah selamat (-.-“).
Okay, whatever dengan semua itu, dan mari kita alihkan pikiran kita dengan hal selanjutnya yang jauh lebih menDEBARkan setelah ini saudara-saudara. Yups, that’s right. It’s time for SKRIPSI!!!!! Wellcome to the jungle, dear *pasangtampangseram*

Ya.. rangkaian kata galau di atas adalah catatan yang tersimpan di file ane sebelum bergelut dengan penyusunan skripsi. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penyusunan skripsi *serius*.
Nih tulisan cuma buat sekadar berbagi pengalaman dengan adik-adik yang sedang atau akan menjalani skripsi. Ketahuilah dari analisis ane ada beberapa faktor yang mempengaruhi kehidupanmu bersama skripsi.

Pertama, diri kita sendiri. Penyusunan skripsi itu sangat bergantung pada diri Anda, kawan. Kalau kita malas ngerjain skripsi, niscaya perjalanan hidupmu bersama skripsi akan langgeng dan awet. So, solusinya, kita harus buat jadwal, timetable, dan targetan penulisan skripsi agar hidup kita bersama skripsi menjadi cerah dan terarah.

Kedua, lingkungan. Lingkungan di sini dapat berarti orang tua atau teman. Dalam pengerjaan skripsi kita sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari orang tua dan teman kita. Pada saat menentukan judul skripsi, kita harus memperkirakan berapa dana yang akan dibutuhkan, mampukah orang tua kita untuk memenuhi dana yang dibutuhkan tersebut. Jangan sampai kita malah menzolimi orang tua kita dengan skripsi kita. Oleh karena itu, pertimbangkan baik-baik sebelum memilih jodoh *eh* maksudnya judul skripsi yang tepat. Oh ya, jangan lupa, selalu minta doa dari orang tua selama ngerjain skripsi ya, biar skripsi kita lancer dan diridhoi . Selain itu, ada faktor lingkungan lain yang tak kalah berpengaruhnya, yakni teman. Hati-hati jangan sampai gara-gara teman di sekitar kita pada santai ngerjain skripsi, kita jadi ikutan santai juga, padahal kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya dan mungkin kondisi teman kita berbeda dengan kita. Mungkin si kawan bisa santai karena dapat doping yang berhati malaikat. Nah, jadi ga bisa kita nyamain antara doping satu dengan yang lain. Masing-masing orang punya karakternya sendiri yang ga bisa disamain. Nah, baik-baiklah dengan teman kita karena kita akan sangat membutuhkan teman dalam penelitian kita, terutama bila penelitian kita berupa observasi.

Ketiga, doping alias dosen pembimbing. Seringkali serajin-rajin apapun kita mengerjakan skripsi, tetap aja kita tidak bisa menyelesaikan skripsi itu sesuai dengan target waktu yang ingin kita capai lantaran ada faktor doping dalam hal ini. Bagi yang beruntung mendapatkan doping super sibuk, harus pandai memanajemen waktu biar ga keteteran.

Keempat, kehendak sang Rabbi. Kalau yang ini ga bisa ditolak. Ada saja, ketika kita sudah semangat, orang tua dan teman sudah mendukung, doping juga sudah mendukung, tapi kalau Allah ga mengizinkan, gagal juga itu skripsi. Misal saat kita uda siap mau seminar proposal, namun apa yang terjadi pada saat seminar, ternyata proposal kita ditolak oleh penguji, hmm mau apa coba? Garuk tanah? Silahkan *ehh. Oleh karena itu selama proses pengerjaan skirpsi kita harus lebih intens mendekatkan diri kepada Rabb kita, jangan sampai Dia dinomor duakan dengan skripsi, niscaya tuh skripsi ga berkah. Hmm. 

Lantas, apa hikmah di balik semua itu.
1. Kita dilatih untuk sabar. Sabar ketika harus revesi berulang-ulang kali. Sabar ketika menunggu doping yang sibuk. Sabar ketika harus berpikir keras di tanah rantau, sementara yang lain sedang bahagia bersama keluarganya saat liburan. Sabar ketika harus berduet dengan skripsi saat Ramadhan tiba. Dan sabar-sabar lainnya.
2. Kita dilatih untuk pandai memanajemen waktu. Dengan menulis skripsi, kita diajarkan untuk pandai memanfaatkan waktu. Jangan sampai waktu kita banyak dihabiskan dengan berleha-leha, terlena, galau, melamun, apalagi mengkhayal bersama skripsi.. wah si skripsi pasti bakalan terus setia menemanimu.
3. Kita dilatih bagaimana cara berkomunikasi dengan doping. Komunikasi yang baik dengan doping sangat diperlukan. Sering kali kita menjauhkan diri dari skirpsi lantaran komunikasi kita yang tidak baik dengan doping. Kalau pikiran uda stag, segeralah beristighfar, dekatkan diri kepada Allah, kalau ga tahu apa yang mau dilakukan bersama skripsi, segera tanya kepada doping, jangan malu-malu. Takut kena marah doping? Ahh itu biasa, jangan terlalu dimasukkan ke hati, masukkan saja langsung ke jantung *ehh. Dengarkan dengan baik apa yang sebenarnya doping inginkan, jangan terlalu banyak membantah. Doping itu orang tua kita juga loh, bisa kualat nanti kalau sering ngebantah. Jadi, dengerin aja dan laksanakan. Sami’na wa atho’na. Selesai.
4. Dan hikmah-hikmah lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Yang jelas lo bakal tahu kalau sudah pernah nge-date sama skripsi. Hehe

Oke.. semoga bermanfaat bagi yang membaca. Kalau ada masukan bisa comment.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 30, 2013 in Cerita kecil, Perkuliahan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: