RSS
Sampingan
19 Okt

Bagi Abi mentoring itu lebih daripada ‘sesuatu’. Abi merasa bahwa berawal dari mentoring lah ia belajar untuk dewasa.  Kenangan saat mentoring adalah kenangan yang tak akan pernah  ia lupakan. Perkenalan pertamanya dengan mentoring ini sudah ada dalam skenario Allah. Ceritanya panjang.

Saat Abi pertama kali memasuki dunia Universitas, matanya terbelalak, ‘wow’ banyak sekali organisasi di kampus ini dan jujur Abi tidak terlalu suka dengan bau-bau organisasi ini. Ya.. itulah Abi. Abi dulu lebih suka untuk masuk ke ‘zona aman’ yakni zona dimana ia hanya disibukkan dengan urusan akademik perkuliahan. That’s all. T.I.T.I.K. Untuk organisasi? Oh tidak, terima kasih. Abi berpikir bahwa memikirkan kuliah saja sudah susah apalagi mau memikirkan yang lain.

Perkenalan Abi dengan mentoring berawal dari percakapannya di suatu siang bersama Hasan, temannya, usai pulang dari kuliah. Hasan mengajak Abi untuk ikut mentoring.Hasan berkata kepada Abi,  “Ayo ikut aja, Bi buat nemenin Aku mentoring, Aku ga ada temen nih buat mentoring, klo ga mau mentoring ga apa, tapi hari ini temenin Aku ya, tolong”. Saat itu Abi berpikir, ‘OK lah kucoba dulu, lagipula kasihan si Hasan ini sendirian’ (mentoring kok pake coba-coba -.-“). Dan eh.. kok asyik ya.. kita ditanyain perkembangan ibadahnya, ada ngajinya, ada hafalan Qur’an nya, ditanya kabar akademik, kesehatan, hingga masalah keuangan, dan ada…. makanannya… (betulan nih). Setelah pikir-pikir, Abi berpikir dalam hati ‘enak juga yah ada yang ngontrol perkembangan ibadah, akademik, hingga keuangan kita (klo lagi bokek, ada yang bantu *ngarep*),yang paling penting adalah ada yang mengingatkan di saat kita sedang futur (alias lemah iman).. WOW mentoring ini MANTAP’. Inilah efek yang  ia rasa, klo kata orang ‘Pertemuan pertama begitu menggoda’. Dan mentoring emang bener-bener begitu menggoda bagi Abi.

Selanjutnya…. Jangan ditanya.. ada berbagai warna yang mewarnai mentoring Abi dan Hasan selanjutnya. Ada sedihnya, ada senangnya. Sedih saat ada teman satu mentoring yang harus pindah ke mentoring yang lain. Senang karena… makan-makan… (hussssh), salah satunya karena ta’liful qulub (ikatan hati) yang terjadi di antara sesama anggota mentoring, saling membantu, saling meringankan beban saudara, menghibur saudara yang sedang susah, berfastabiqul khoirot bersama, SUBHANALLAH indah dan begitu nikmat. Dan yang semula Abi pikir bahwa mentoring bakal mengacaukan akademiknya ternyata itu semua SALAH. Justru sekarang mentoring adalah obat termanjur saat Abi merasa jenuh dengan akademik.. dan sekaligus tempat untuk mere-Charge baterai semangat untuk berprestasi. Mau?

Yah.. ikutlah mentoring.Image

Abi dan Mentoring

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 19, 2012 in Cerita kecil, Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: