RSS

Padang Gersang

29 Jan

Mereka, mungkin juga Kau dan Aku menghinakan diri

untuk  ruang bundar  yang terus berputar ini

hampir mati Kau dan Aku karenanya

tenggelam dalam udaranya

padahal ia tak pernah meminta Mereka, Kau, dan Aku untuk menjadi budak-budaknya

Mengejar putarannya seakan tak kan pernah ada esok hari

Tentu saja, hidup adalah hari ini

Tapi kita jadi bisu, buta, dan tuli

Mendekap erat hati yang mati suri

Wulas asih telah jatuh ke pelimbahan mengalir bersama air selokan

Pelepah-pelepah kasih sayang layu menguning

Padang hati yang gersang

Si empunya tak lain seorang mayat hidup yang sudah usang

Mari tanam benih-benih  baru

Mereka, Kau, dan Aku

Agar tumbuh pohon-pohon keadilan

Lalu kita telusuri padang gersang ini

Untuk temukan mata air sejuk persaudaraan

Dan savana hati menghijau

Atau mungkin Mereka, Kau, dan Aku lupa

Bagaimana cara memanusiakan manusia

Maka perhatikanlah bagaimana cara Tuhan menyayangi Mereka, Kau, dan Aku

Jika tak mengerti, maka perhatikanlah sekali lagi

Dan kan Kita temukan jawabannya

Beginilah yang seharusnya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2012 in Cerita kecil

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: