RSS

Ya Sohib

11 Okt

Ya sohib, jalan ini memang bukanlah jalan yang beralaskan permadani

dengan bertabur bunga-bunga yang indah warna-warni

Ini jalan, jalan terjal, berliku, penuh duri,

Mungkin saja jikalau tak hati-hati,

Sedikit saja dikau menginjakkan kaki,

Engkau akan segera pergi berlari,

Tuk tinggalkan jalan ini

 

Ya sohib di jalan ini kita berjuang bersama,

Ada suka, maupun duka, walaupun sebenarnya lebih banyak dukanya

Kita pegang jari-jemari kita kuat-kuat sembari berjalan sedepa demi sedepa

Kadang kita terjatuh, tergelincir, kembali berdiri, lalu tertusuk lagi oleh durinya

 

Kadang, kukatakan padamu ya Sohib, tidakkah kita ini sudah gila

Karena memilih jalan yang hanya membuat peluh dan perih di dalam dada

Kenapa kita tidak sudahi saja setiap depa

Atau setidaknya beristirahat barang sejenak saja

 

Tapi, kita terus menapakkan langkah

Karena di ujung jalan ini ada kampung yang indah

Yang akan menjadi tempat peristirahatan kita untuk melepas lelah

 

Namun, kutanyakan kembali lagi padamu, ya Sohib, akankah kita bisa sampai di kampung itu bersama dengan yang lain

Kutakut, saat kita menemukan persimpangan, kita akan berbelok menuju kampung yang lain

 

Atau mungkin saat tiba di kampung, kita malah diusir dari pintu gerbang

Atau mungkin kita terjatuh saat tiba di jalan yang berlubang, kakipun patah dan hanya bisa mengerang

Atau  mungkin malah masuk ke dalam jurang

Na’udzubillahi min zalik

Sesungguhnya pada Allah lah semua itu dikembalikan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2011 in Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: