RSS

Untuk-Mu

09 Mei

Untuk-Mu Yaa Rabbi,

Indahnya lantunan surat Cinta-Mu membuat air mataku mengalir deras bersatu dalam samudera. Sungguh kurasakan betapa Engkau sangat mencintaiku. Kutakut, kutak bisa membalas cinta ini karena hatiku yang telah ternodai dengan cinta-cintaku kepada yang lain atau mungkin hati ini yang keras seperti batu. Kutakut, saat Cinta ini tak terbalas, Engkau menjauh dariku… sungguh kutakmau..

Engkau berikan segala yang terbaik untukku, meskipun kusering mengacuhkan-Mu, alergi terhadap seruan-Mu, bahkan bisa-bisanya Aku mengatakan yang Engkau berikan bukan yang terbaik untukku hanya karena itu tak sesuai dengan keinginanku. Na’udzubillahiminzaalik.

Engkau menyuruhku untuk berlaku jujur, kutak mau, kukatakan pada-Mu, alangkah bodoh dan ruginya orang-orang yang sudah berlaku jujur. Engkau menyuruhku untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, kutak mau, kukatakan pada-Mu, biar para ulama dan orang-orang yang sok alim saja yang melakukannya, itu bukan tanggung jawabku. Engkau menyuruhku untuk memberi hijab (batas) dalam bergaul dengan lawan jenis, kutak mau, kukatakan pada-Mu, hari gini mesti gaul yang gitu2an malah menghambat pergaulan kami. Engkau menyuruhku untuk bertolong-tolongan di dalam kebaikan di jalan-Mu ya Rabb, kutak mau, kukatakan kepada-Mu, ya Aku menolong sesama dengan berbagai cara, termasuk cara-cara yang hina, cara-cara yang keji yang tidak Engkau sukai… dan.. kukatakan kembali kepada-Mu, Aku hanya akan menolong orang-orang yang sesuai dengan kepentinganku, yang menghambat jalanku tidak akan kutolong, bahkan sudah sepantasnyalah untuk kuhalangi, Astaghfirullah… SIAPA AKU? Hingga berani-beraninya diriku seperti itu.

Padahal, Aku hanyalah hamba yang kecil dan hina, yang diciptakan oleh Zat Yang Maha Perkasa dan Maha Besar, Dialah Engkau, Ya Allah, Tuhanku. Jika tak ada izin dari-Mu, Aku tak kan pernah ada di dunia ini. Sudah merasa hebatkah diri ini, hingga berani-beraninya Aku menantang Penciptaku. Astaghfirullah, kumohon ampuni hamba-Mu ini yang Rabb.

Kuyakin, jauh di dalam kelam dan buruknya lakuku terhadap-Mu, Kuingin diriku dapat membalas Cinta-Mu. Cinta yang tulus dan suci, yang siap mengorbankan apapun yang kumiliki karena toh sebenarnya yang kumiliki, tidak seharusnya bukan ‘kumiliki’, tapi apapun yang Engkau titipkan sebagai perbekalan untuk hidup di dunia ini padaku, harta, pengetahuan, bahkan nyawa sekalipun, hanya untuk menegakkan ajaran-Mu, itulah yang seharusnya yang menjadi kepentinganku sebab kuyakin janji-Mu itu pasti, bahwa jika kumengejar untuk kenikmatan di kampung akhirat, kenikmatan dunia ini juga akan mengikuti, walaupun tak pantas bagi diriku untuk menjadikan dunia ini sebagai tujuan atas arti hidupku. Subhanallah, sungguh betapa beruntungnya diri ini bisa mengenal-Mu ya Rabb.

Hingga akhirnya saat diriku mulai setulus hati dan sekuat tenaga untuk berusaha membalas Cinta-Mu, kuingin kudapat menjadikan Cinta ini sebagai Cinta yang tertinggi yang kumiliki, Cinta yang membuatku untuk senantiasa menyambut seruan-Mu dengan penuh suka cita, Cinta yang membuatku terharu dengan betapa Maha Lembut dan Sayang-nya diri-Mu padaKu hingga tiap tetes air mata ini hanya akan tumpah saat ku memuja asma-Mu karena betapa kagum-Nya diriku kepada-Mu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2011 in Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: