RSS

Jangan olok agamaku

10 Mei

Saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini setelah membaca sebuah buku yang sangat menarik dan bagus isinya menurut saya yang berjudul “Halal dan Haram” karya DR. Yusuf Qaradhawi. Pada halaman ke-85 dari buku itu disebutkan surat An-Nisa’: 140 yang artinya adalah:

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka” (An-Nisa’:140)

Pada halaman itu juga diceritakan bahwa khalifah Umar bin Abdul Azis pernah mendera orang-orang yang  minum arak dan yang ikut menyaksikannya, sekalipun orang yang menyaksikannya itu tidak ikut  minum bersama mereka. Diriwayatkan pula bahwa pernah ada suatu kaum yang diadukan kepadanya karena minum arak, kemudian beliau memerintahkan agar semuanya dicambuk. Kemudian ada orang yang berkata, ‘Di antara mereka itu ada orang yang sedang berpuasa’. Maka jawab Umar, ‘Dera dulu dia!’ Apakah kamu tidak mendengarkan firman Allah (baca: surat An-Nisa’: 140).

Setelah membaca riwayat di atas, saya berpikir dan menyimpulkan bahwa orang-orang mengaku dirinya mukmin, namun tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa  yang dilarang oleh Allah SWT berarti mereka telah mengolok-olok ayat-ayat Allah dan mengolok-olok ayat-ayat Allah berarti telah mengolok-olok Allah sendiri, kalau begitu di mana letak kemukminan mereka ini. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui, tetapi saya hanya prihatin karena saya baru menyadari bahwa di dunia ini sudah sangat banyak mukmin yang megolok-olok Rabb mereka sendiri. Misalnya, kita ambil contoh dari para wanita yang mengaku mukmin yang belum mau menutup auratnya dan belum mau menggunakan hijab, apakah mereka tidak sadar bahwa mereka telah mengolok-olok ayat-ayat Allah. Mereka mengaku mukmin, tetapi tidak mau menjalankan ketetapan dan aturan yang harus dijalankan sebagai seorang mukmin. Jadi, mukmin yang mereka maksud ini mukmin yang mana? Kalau ini mah namanya mukmin-mukminan dan aturan yang mereka gunakan berarti juga aturan ecek-ecekan, mereka buat aturan sendiri, kalau gitu buat agama sendiri aja sekalian. Kita Islam punya aturan yang tegas dan mengikat, tentu para pembaca sekalian tahu bagaimana rasanya jika agama yang kita anut diolok-olok, rasanya sakiiiit sekali. Allah itu sangat menyayangi umatnya. Perintah Allah kepada para wanita untuk menutup auratnya merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya. Dengan menutup aurat, wanita akan terhidar dari hal-hal yang dapat membahayakan dirinya, seperti:

  1. Terpapar dari sinar ultraviolet, wanita sebenarnya tak perlu lagi membeli alat-alat kosmetik untuk anti UV, cukup dengan menutup aurat mereka insyaallah mereka akan terhidar dari UV dan efek yang ditimbulkannya, seperti kanker kulit, dan sebagainya.
  2. Tindak kejahatan, seperti pemerkosaan, biasanya ini terjadi karena pakaian wanita yang “kurang bahan”, terbuka di sana-sini yang mana hal ini akan menarik perhatian para kaum lelaki dan membangkitkan nafsu birahinya (na’udzubillahiminzaliq.
  3. Dan lain-lain

Sebenarnya masih ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para wanita, tidak hanya sekedar menutup aurat saja. Sebelumnya saya minta maaf karena yang saya kaitkan dengan surat An-Nisa ini hanya dari sisi wanitanya saja, maklum oleh karena saya wanita,  jadi masalah yang pertama kali muncul di benak saya adalah masalah wanita, mungkin lain kali jika ada kesempatan, insyaAllah saya akan membahas masalah  yang berkaitan dengan mengolok-olok ayat-ayat Allah ini pada bidang yang lebih luas lagi.

Pesan saya,  wahai mukminin dan mukminat, sekali lagi saya tekankan bahwa saya tidak bermaksud untuk menggurui, tetapi saya hanya mengingatkan, sebagaimana perintah Allah kepada kita untuk saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan dan taqwa (Q.S Al-Ashr:  3), oleh karena itu di sini saya hanya ingin mengingatkan bahwa sudah sepatutnya kita untuk patuh dalam menjalankan perintah dan manjauhi larangan  Allah SWT dan Rasul-Nya jika kita mengaku mukmin. Mudah-mudahan kita semua termasuk ke dalam orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. A..min.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 10, 2010 in Islam

 

2 responses to “Jangan olok agamaku

  1. Abu Dzar

    April 26, 2011 at 2:39 pm

    Assalamu’alaikum. maaf sedikit koreksi saja, ayat yang dikutip di atas bukanlah surat annisa ayat 40, tapi ayat 140. mohon segera disesuaikan agar tidak ada kesalahan dalam pemahaman mereka yang membacanya. Wallohua’lam. Wassalamu’alaikum.

     
    • R_H_

      Mei 1, 2011 at 2:26 pm

      Wa’alaikum salam wr. wb., astaghfirullah.. mohon maaf atas kehilafan ana, syukron karena telah diingatkan

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: