RSS

Kapan lagi, ya?

02 Mei

Perasaan saya belum tenang hingga saya menuliskan tulisan ini. Terkadang, hati saya merasakan ada yang terlewatkan begitu saja di dalam hidup saya. Apa itu? Jawabannya adalah masa kanak-kanak. Saya sangat merindukan masa itu. Masih jelas di ingatan saya, saat itu saya hanyalah seorang anak yang kurus, kecil, dengan rambut yang selalu dikepang dua, seperti ekor kuda.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat berarti dalam hidup saya. Saya menyesal karena baru menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak bisa saya lakukan lagi hingga tanpa disadari sekarang saya sudah tidak anak-anak lagi. Dulu, setiap pagi, kami sekeluarga (ayah, ibu, adik, dan saya) naik vespa bersama. Ayah akan mengantarkan saya dan adik saya terlebih dahulu ke sekolah dengan vespanya yang amat bersejarah itu dan ibu biasanya diantarkan belakangan. Saat turun dari motor, saya dan adik saya mencium tangan ayah dan ibu saya. Biasanya ayah mengamati wajah kami berdua sebelum kami membailkkan badan dan menuju kelas. Bila ada sesuatu di wajah kami, ayah akan mengeluarkan sapu tangannya dan mengusapkannya ke wajah kami.

Sekarang, Saya sudah sulit untuk mencium dan memeluk kedua orang tua saya, sulit untuk bermanja-manja, atau menggenggam erat tangan mereka disaat saya cemas dan ketakutan. Dulu, saya punya banyak waktu untuk membantu ibu saya menyetrika pakaian, menemani ibu belanja, membantu ayah saya untuk mencuci motor vespanya yang mengagumkan buat saya, meluangkan malam minggu kami untuk duduk di depan teras rumah kecil kami untuk saling bercerita sambil mengamati indahnya bintang-bintang di langit dan menjelang mata saya terlelap, ayah saya suka menceritakan kisah nabi-nabi yang tak pernah terdengar bosan di telinga saya. Atau beberapa saat sebelum tidur, saya memijit ibu saya mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Terkadang, ibu hanya meminta saya untuk mengoleskan minyak gosok ke badannya kepada saya. Dan bila hari Sabtu tiba, sore-sore, saya biasanya duduk di depan TV, menonton acara anak-anak kesukaan saya yang saat ini sudah menjadi barang yang amat langka. Semua itu sangat berkesan di hati dan pikiran saya dan saya ingin melakukan semua itu lagi.

Sekarang, semua itu sudah sangat sulit untuk saya lakukan karena jarak dan waktu yang memisahkan kami. Yang menjadi pertanyaan di pikiran saya saat ini adalah kapan lagi saya bisa melakukan hal-hal seperti yang sudah saya lakukan saat saya masih kanak-kanak dulu? Saya sudah tinggal jauh dari orang tua saya karena harus kuliah di luar kota, pulang hanya dua kali dalam setahun. Bila nanti saya sudah tamat kuliah, saya pun nanti harus bekerja dan tentunya tak ada lagi waktu untuk bisa seperti dulu, jadi kapan saya bisa melakukannya lagi?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 2, 2010 in Cerita kecil

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: