RSS

Kendo (bag.1)

23 Apr

Sudah lama saya ingin bermain kendo dan akhirnya bisa kesampaian juga hari ini. Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama saya di dunia kendo dan mungkin saat baru memasuki tempat latihan kendo tadi, saya tampak gugup, maklum karena saya baru pemula yang tidak tahu peraturan, tata cara, dan hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam dunia kendo. Walaupun begitu, saya masih juga nekat untuk masuk ke tempat latihan kendo yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal itu. Saya datang bersama teman saya yang sudah lebih atas tingkatan kendonya daripada saya. Saat masuk ke ruangan itu, saya hanya bisa celingak-celinguk sambil sesekali bertanya kepada teman saya bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan selama masa pelatihan ini. Akhirnya, pelatihan kendo pun dimulai dan saya terpisah dari teman saya tadi menuju ke kelompok pemula. Kami diajari oleh seorang bapak yang sudah cukup berumur yang saya ga tahu siapa namanya. Dia menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam dunia kendo, mulai dari cara masuk ke tempat pelatihan hingga cara mengakhiri latihan kendo. Guru kendo kami itu berkata bahwa:

  1. Pada saat hendak memasuki ruang latihan kendo, alas kaki harus dibuka dan diletakkan di depan pintu dengan ujung alas kaki (saat itu saya pakai sepatu) yang menghadap keluar dari pintu.
  2. Kemudian, ketika kita memasuki ruangan, pertama-tama yang harus kita lakukan adalah membungkuk ke suatu arah (bebas arahnya mau ke mana saja) dengan meneriakkan kata “hosh”
  3. Ambillah shinai, yakni pedang yang terbuat dari kayu yang biasa dipakai dalam kendo, dengan benang shinai menghadap ke bawah
  4. Peganglah shinai pada bagian pangkalnya , perlu diketahui bahwa dalam dunia kendo, shinai ini tidak boleh dipegang seperti cara memegang tongkat dan ujung shinai tidak boleh menyentuh lantai atau tanah
  5. Sebelum memulai latihan, biasanya para anggota kendo berkumpul. Pada saat berkumpul ini, cara duduk perlu diperhatikan, yakni dengan melipat kedua lutut ke dalam (bukan bersila) dengan kedua telapak tangan ditelungkupkan di atas pangkal paha.
  6. Beri hormat kepada sensei atau senpai yang mengajar kendo dengan cara menelungkupkan kedua telapak tangan ke lantai seraya membungkukkan badan selama beberapa detik hingga sensei atau senpai tersebut menegakkan badannya kembali.
  7. Kemudian dilanjutkan dengan hening cipta (lupa saya apa istilahnya)selama beberapa detik.
  8. Setelah hening cipta, bila diberi perintah “girij” yang artinya berdiri, maka kita harus berdiri, caranya adalah dengan mengambil shinai dengan posisi seperti yang telah dijelaskan pada poin 4. Dahulukan kaki kanan untuk berdiri, tahan, lalu berdirilah.
  9. Dan latihan kendo pun dapat segera dimulai.

To be continue…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2010 in Hobi

 

2 responses to “Kendo (bag.1)

  1. Thomas

    Mei 2, 2010 at 6:55 pm

    Wah…pengen juga nih maen Kendo….pedang kayu ala jepang….btw bisa ikutan dimana nih??

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/05/03/katakan-cinta-dengan-lagu/

     
    • R_H_

      Mei 2, 2010 at 7:05 pm

      Iya.. ayo belajar kendo, asyik lo.. klo di tempat saya tinggal, daftarnya di konsulat jenderal Jepang dan latihannya di LPPM, Jl dr. Mansyur, di depan Universitas Sumatera Utara

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: