RSS

Arsip Bulanan: Maret 2012

Laporan Pemicu 2 Blok 19-Edentulus Sebagian


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

I.I. Latar Belakang

Kehilangan atau tidak adanya gigi, baik sebagian ataupun seluruhnya akan menimbulkan berbagai gangguan pada seseorang, terutama apabila gigi yang hilang tersebut tidak segera diganti dengan gigi tiruan. Akibat-akibat yang timbul karena hilangnya gigi dalam jangka waktu yang lama dan tidak segera dibuatkan gigi tiruan pengganti yakni dapat berupa terjadinya migrasi patologis, penurunan efisiensi pengunyahan, hingga kelainan bicara. Oleh karena itu, pembuatan  gigi tiruan sangat penting pada kasus kehilangan gigi.1,2

Kehilangan gigi dapat mencakup seluruh atau sebagian dari gigi geligi yang ada di rongga mulut. Pada laporan hasil diskusi ini, kasus yang dibahas adalah mengenai kehilangan gigi sebagian. Kehilangan gigi sebagian adalah kehilangan satu atau lebih gigi pada rahang atas atau rahang bawah. Dengan menggunakan gigitiruan, fungsi dan estetis yang hilang dari seseorang yang mengalami kehilangan gigi sebagian dapat dikembalikan.1,2

Gigi tiruan untuk kehilangan gigi sebagian dapat berupa alat cekat ataupun lepasan.  Pemilihan jenis gigi tiruan pada kasus kehilangan gigi sebagian hendaklah disesuaikan dengan indikasi dari pembuatan jenis gigi tiruan tersebut. 1,2

Pada pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan, rencana perawatan dan perawatan pendahuluan harus ditetapkan terlebih dahulu karena beberapa keadaan dapat mempengaruhi keadaan yang lain, terutama pada pasien yang memiliki penyakit sistemik, seperti diabetes mellitus, dan sebagainya.1,2

Pada laporan hasil diskusi ini, pembahasan yang dipaparkan terkait dengan kasus yang ada di dalam pemicu 2 yang meliputi klasifikasi kehilangan gigi pasien menurut Kennedy, perawatan-perawatan pendahuluan yang harus dilakukan sebelum pembuatan gigi tiruan beserta departemen rujukannya, jenis gigi tiruan yang sesuai untuk kasus tersebut, serta alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan gigi tiruan.

Adapun kasus yang menjadi inti dari pembahasan pada laporan diskusi ini dapat dilihat pada bagian deskripsi topik.

 

 

 

I.II. Deskripsi Topik

Seorang pasien wanita berusia 34 tahun datang ke dokter gigi praktek dengan keluhan ingin membuat gigi tiruan sebagian lepasan. Pasien sudah mengalami kehilangan gigi pada daerah posterior dan anterior 3 tahun yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan intra oral terlihat:

  1.   Gigi yang masih ada
5         4          3         3          4
5         4          3         3          4        5

 

  Gigi 5   4 Karies proksimal
4      3 3       4

 

  1.   Oral Hyigiene pasien sedang dan ada resesi 1 mm pada gigi
  2.   Kondisi pasien D M
   Gigi 5 Elongasi ± 1,5 mm
  1.   Bibir pasien  tebal dan pendek

Pertanyaan:

  1. Termasuk ke dalam klasifikasi Kennedy manakah kasus kehilangan gigi tersebut?
  2. Sebutkan perawatan pendahuluan yang dapat dilakukan pada pasien tersebut sebelum dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan, jelaskan!
  3. Sebutkan ke bagian mana saja pasien tersebut bisa dirujuk sebelum pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan, jelaskan!
  4. Menurut saudara jenis gigi tiruan apa saja yang dapat dibuatkan pada pasien tersebut, jelaskan!
  5. Alat dan bahan apa saja yang digunakan untuk pembuatan GTSL pada pasien tersebut di atas, jelaskan!

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

II.1 Klasifikasi Kehilangan Gigi pada Kasus Menurut Kennedy

Kehilangan gigi sebagian adalah kehilangan satu atau lebih gigi pada rahang atas atau rahang bawah. Kehilangan gigi sebagian diklasifikasikan menjadi empat metode berdasarkan Klasifikasi Kennedy (1928). Kennedy tidak mengklasifikasikan geligi tiruan, namun mengklasifikasikan “lengkung rahang yang bergigi sebagian”. Klasifikasinya menghubungkan ruang yang tidak bergigi terhadap gigi-gigi yang masih ada. Adapun klasifikasi kehilangan gigi menurut Kennedy yakni sebagai berikut.1,3

  1.  

     

    Gambar 1. Kehilangan gigi sebagian. Klas I modifikasi 1 Kennedy

    Klas I. Pada kondisi Klas I, sadel/gigi berujung bebas bilateral dengan berbagai modifikasi, misalnya modifikasi 1: satu sadel bounded tambahan ; modifikasi 2 : dua sadel bounded tambahan ; modifikasi 3 : tiga sadel bounded tambahan.

  1. Klas II. Pada kondisi Klas II, sadel berujung bebas unilateral dengan modifikasi sesuai kebutuhan.
  2. Klas III. Pada kondisi Klas III, sadel bounded unilateral dengan berbagai modifikasi.
  3. Klas IV. Pada kondisi Klas IV, sadel bounded tunggal di anterior gigi-gigi pendukung (tanpa modifikasi).

Dalam klasifikasi ini, ada beberapa faktor –faktor yang harus diperhatikan yakni :

  1. Daerah tak bergigi yang terletak paling posterior ikut menentukan klasifikasi klas.
  2. Daerah tak bergigi tambahan disebut ‘modifikasi’.
  3. Besar daerah modifikasi tidaklah penting.
  4. Bila gigi molar ketiga tidak ada, dan tidak perlu diganti, gigi molar ketiga ini tidak ikut dipertimbangkan dalam menentukan klasifikasi.

Berdasarkan uraian di atas, maka pada kasus yang terdapat di dalam pemicu 2 ini, kehilangan gigi pada pasien termasuk ke dalam klasifikasi Kennedy klas 1 modifikasi 1. Pada kasus kehilangan gigi terjadi pada seluruh gigi posterior (free end)  yang mana keadaan ini sesuai dengan kondisi pada Klas I klasifikasi Kennedy. Selain mengalami kehilangan pada seluruh gigi posteriornya, pasien juga kehilangan gigi-gigi anterior yang merupakan satu bounded tambahan pada kasus kehilangan gigi Klas I sehingga disebut  modifikasi 1.

 

II. 2 Perawatan Pendahuluan Sebelum Pembuatan GTSL

Perawatan pendahuluan adalah tindakan yang dilakukan terhadap gigi, jaringan lunak maupun keras, dalam rangka mempersiapkan mulut untuk menerima gigi tiruan. Perawatan pendahuluan yang dilakukan sebelum pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan bertujuan untuk melihat keadaan seluruh perubahan-perubahan /kelainan yang terjadi pada gigi geligi, linggir alveolus  yang mendukung gigi tiruan dan struktur rongga mulut yang lain yang dapat menggagalkan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan.2

Perawatan ini meliputi:

  1. Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan bedah.

Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan bedah terdiri atas

  1. Pencabutan
  2. Penyingkiran sisa akar yang tinggal dan gigi impaksi
  3. Kista dan tumor odontogenik
  4. Penonjolan tulang
  5. Bedah periodontal

Pada kasus yang terdapat dalam pemicu 2, tindakan-tindakan ini tidak diperlukan karena tidak ada indikasi perwatan bedah pada kondisi rongga mulut pasien.

  1. Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung.

Hal ini berguna untuk mendapatkan jaringan yang sehat pada gigi yang ada sehingga dapat memberikan dukungan dan fungsi yang baik untuk gigi tiruan.

Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung meliputi:

  1. Menghilangkan kalkulus
  2. Menghilangkan pocket periodontal
  3. Melakukan splinting terhadap gigi-gigi yang mobiliti.

d. Memperbaiki tambalan yang tidak baik, seperti tambalam menggantung.

  1. Menghilangkan gangguan oklusal.

Pada kasus di dalam pemicu 2, tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung yang harus dilakukan yakni berupa scalling pada daerah supragingiva pada gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah. Pen-scalling-an ini sebaiknya dilakukan jika kadar gula darah pasien stabil karena apabila tidak stabil akan mudah terjadi perdarahan yang mana pada jaringan yang luka tersebut akan sulit untuk mengalami penyembuhan. Dengan tindakan scalling, dokter gigi membantu menghilangkan kalkulus, poket  periodontal, dan mengurangi resesi gingiva pada gigi 33, 34, 43, dan 44.

Selain itu, pada kasus ini juga harus dilakukan selektif grinding pada gigi 35 yang mengalami elongasi yang mana selektif grinding dilakukan sebanyak 1,5 mm.  Tindakan selektif grinding ini bertujuan agar dataran oklusal menjadi lebih baik sehingga gangguanoklusal pada gigi pasien tersebut hilang.

  1. Tindakan konservasi.

Sebelum merencanakan gigi tiruan harus diketahui perbaikan yang akurat terhadap gigi-gigi yang ada. Antara lain:

  1. Penambalan
  2. Pembuatan inlay, dan sebagainya
  3. Kedudukan rest

Pada kasus di dalam pemicu 2, tindakan konservasi yang dilakukan yakni pada gigi 14 dan 15 (karies proksimal) dengan dilakukan penambalan dengan menggunaka resin komposit untuk menghindari terjadinya galvanic shock jika pada rencana perawatan yang dipilih nantinya adalah berupa gigi tiruan kerangka logam..

  1. Tindakan-tindakan ortodonti

Pada kasus, tindakan ortodonti tidak diperlukan karena pada kasus tidak dijelaskan posisi dan kedudukan gigi geligi.

Selain melakukan tindakan-tindakan di atas, perawatan pendahuluan lain yang juga harus dilakukan pada pasienseblum pembuatan gigi tiruan adalah berupa penstabilan gula darah pasien. Penstabilan gula darah pasien ini sangatlah penting karena apabila gula darah pasien tidak stabil, mukosa mulut akan mudah teriritas sehingga akan menyulitkan pemakaian gigi tiruan.

Perawatan lain yang juga harus dilakukan adalah berupa pemeriksaan radiografi dental. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kedalaman karies dan kondisi jaringan keras sekitarnya sehingga dapat ditentukan apakah gigi pasien yang mengalami karies tersebut bisa langsung ditambal atau dilakukan perawatan endodonti terlebih dahulu. Selain itu perawatan ini juga bertujuan untuk melihat keadaan tulang alveolar karena umumya pasien yang mengalami diabetes mellitus akan mengalami resorbsi pada tulang alveolarnya.

II.3 Departemen Rujukan Sebelum Pembuatan GTSL

Berdasarkan perawatan-perawatan pendahuluan yang harus dilakukan pada pasien, maka pasien harus dirujuk ke:

  1. Dokter spesialis penyakit dalam

Karena seperti yang kita ketahui, pasien penderita diabetes melitus mudah terinfeksi dan juga apabila terinfeksi/luka maka penyembuhan lukanya akan lama. Sedangkan apabila pasien menggunakan gigitiruan sebagian lepasan, maka gigitiruan tersebut akan lebih sering mengiritasi mukosa pasien.  Sehingga sebelum dilakukan pembuatan gigitiruan sebagian lepasan, dokter gigi terlebih dahulu merujuk pasien kebagian internis sampai GD pasien kembali ke normal dan terkontrol.

  1. Departemen periodonsia

Tujuan pasien dirujuk ke departemen ini adalah ntuk dilakukan perawatan resesi gingiva dengan pemberian aplikasi flour, scalling utnuk memperbaiki OH pasien  dan elongasi dilakukan penggrindingan untuk penyelarasan oklusal sebanyak  ± 1,5 mm.

  1. Departemen konservasi , untuk dilakukan penambalan gigi atau perawatan endodontic.
  2. Departemen radiologi dental, untuk dilakukan rontgen foto agar kita dapat mengetahui:
  • Kualitas tulang pendukung gigi penyangga
  • Gigi-gigi yang terpendam, sisa-sisa akar
  • Kista
  • Kelainan periapikal
  • Resorbsi tulang dan sclerosis (penebalan pada tulang)

 

 

 

 

II.4 Jenis Gigi Tiruan yang Dapat Dibuatkan pada Pasien

Jenis gigi tiruan yang dapat digunakan pasien, yakni2:

  1. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) yang mana berdasarkan bahan pembuatannya, GTSL terdiri atas:
    1. GTSL akrilik

 

Gambar 2. GTSL akrilik

Oleh karena bibir pasien tebal dan pendek, maka perlu diperhatikan desain GTSL yang akan dibuat. Pada desain yang akan dibuat tidak boleh menggunakan sayap (plat) labial pada gigi anterior agar plat akrilik gigi tiruan tidak terlihat ketika pasien tertawa atau tersenyum sehingga hanya gigi asli pasien yang langsung dapat terlihat. Dengan desain seperti ini, maka gigi tiruan yang dibuat akan menambah dan mengembalikan fungsi estetis pada gigi pasien. Selain itu, akrilik mudah dimanipulasi bila pasien merasa tidak nyaman atau  terganggu oleh kondisi sistemiknya (DM)

 

    1. Gigi Tiruan Kerangka Logam (GTKL)

Prinsip GTKL hampir sama dengan prinsip GTSL akrilik, yakni dengan tidak membuat sayap labial pada gigi tiruan yang akan dibuat. Akan tetapi GTKL ini lebih baik digunakan pada pasien yang memiliki oral hygiene yang tidak begitu baik sebab gigi tiruan jenis ini lebih mudah dibersihkan.

 

  1. Gigi Tiruan Cekat (GTC)

Pemilihan GTC pada kasus ini hanya diperuntukkan pada gigi anterior. Jenis GTC yang dipilih yakni berupa bridge (jembatan) dengan penyangga pada gigi caninus kiri dan kanan. Penggunaan GTC pada gigi anterior jauh lebih estetis dibandingkan dengan jenis gigi tiruan lainnya. 4

 

 

 

 

Tabel 1. Perbandingan GTSL akrilik dan GTSL logam

GTSL Akrilik GTSL Logam
Estetis + +
Dapat Direparasi + -
Teknik Pembuatan Mudah Rumit
Harga Murah Mahal
Manipulasi + -
Kenyamanan Pemakai - +
Penghantar Thermis Buruk Baik
Perubahan Warna + -
Pemeliharaannya Dapat terjadi aberasi Tidak terjadi aberasi

 


Gambar 3. Anasir gigi tiruan, contoh alat yang digunakan untuk pembuatan gigi tiruan

II.5 Alat dan Bahan untuk pembuatan GTSL pada Kasus

Alat dan bahan untuk pembuatan GTSL pada kasus yakni:

  1. Untuk pencetakan gigi dan rahang
  • Sendok cetak, alginate, gips stone, rubber bowl, spatel, air
  • Pencetakan anatomis: sendok cetak anatomis, irreversible hidrokoloid, gips stone tipe I, II
  • Pencetakan fisiologis: sendok cetak fisiologis, elastomer, gips stone tipe III, IV, V
  1. Untuk pembuatan sendok cetak fisiologis
  • Resin akrilik swapolimerisasi, biterim, wax
  1. Untuk pembuatan GTSL
  • Anasir, cuvet, artikulator, surveyor, tang potong dan tang kawat, kawat dengan diameter 0,8mm, bur frasser, shade guide, gips, akrilik
  1. Untuk pembuatan studi model :

–        Sendok cetak pabrik, rubber bowl dan spatula ; alginate dan dental stone.

  1. Untuk pembuatan work Model :

–        Sendok cetak fisiologis, rubber bowl dan spatula ; alginate, greenker dan dental stone.

  1. Membuat Cangkolan dan Basis :
  • Tang (lurus, bertingkat, trifus), surveyor, pensil warna (merah dan biru), lecron, wax mass, cuvet , kawat klamer dan malam merah.
  1. Pembuatan Gigitan Kerja :
  • Malam merah
  1. Memperhatikan Relasi Gigitan Kerja :
  • Artikulator
  1. Penyusunan Gigi Tiruan pada Basis Akrilik / Logam :
  • Anasir gigi tiruan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

SIMPULAN

Klasifikasi edentulus menurut Kennedy pada kasus adalah Klas  I modifikasi 1. Kehilangan gigi pada pasien tersebut harus digantikan dengan gigi tiruan agar tidak timbul masalah dental yang lain. Pada pasien yang akan dibuatkan gigi tiruan, perlu dilakukan perawatan pendahuluan  terlebih dahulu, yakni berupa penstabilan gula darah, rontgen foto, perawatan konservatif, selektif grinding, scalling supragingiva. Selain itu, oleh karena pasien merupakan pasien kompromis medis yang mengalami diabetes mellitus, maka pasien harus dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, , periodonsia, konservasi serta radiografi dental.

Pada kasus, pasien dapat menggunakan GTSL akrilik, GTKL, ataupun GTC dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Dalam pembuatan gigi tiruan pada pasien di atas, alat dan bahan yang digunakan meliputi alat dan bahan untuk pencetakan hingga gigi tiruan tersebut selesai dibuat.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Watt D., MacGregor A. Penentuan desain geligi tiruan sebagian lepasan. Alih bahasa Lilian Yuwono. Jakarta : Hipokrates. 1993 : 248-9.
  2. Tamin H Z, Zulkarnain M, Ariyani. Bahan ajar ilmu gigi tiruan sebagian lepasan. Medan: Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. 2012: 1-8.
  3. Darmawan R. Akibat dari kehilangan gigi. http://scribd.com. 2 Maret 2012.
  4. Rifka. Chapter II. http://google.com. 2Maret 2012.

 

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Maret 29, 2012 in Perkuliahan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.143 pengikut lainnya.